Syarat dan Ketentuan Hewan Kurban yang Benar

Syarat dan Ketentuan Hewan Kurban yang Benar- Pada hari raya idul adha atau yang biasa di sebut lebaran haji oleh masyrakat umum itu di karnakan pada hari raya tersebut seiring dengan di adakanya ibadah haji bagi seluruh umat islam di seluruh dunia, Pada hari raya idul adha selain Identik dengan ibadah haji pada hari raya ini juga ramai dengan yang namaya kurban, Kurban disini adalah Penyembelihan hewan yang telah di tentukan dan nantinya dagingnya di bagi-bagikan kepada masyrakat, Hewan untuk kurban juga tidak sebambarang hewan, Melainkan harus memenuhi syarat yang telah di tetapkan. Karna Secara historis ibadah ini merupakan modifikasi dari pengorbanan Nabi Ibrahim yang bernadzar (berjanji) akan menyembelih putranya (Nabi Ismail) sebagai bentuk persembahan untuk Tuhannya. Walaupun pada akhirnya Allah SWT mengganti ritual pengorbanan itu dengan binatang ternak.

Gambar hewan kurban sapi


Semangat totalitas pengabdian yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim merupakan salah satu hikmah yang dapat kita ambil dari sejarah ini. Pun hal itu berhubungan dengan sesuatu yang sangat kita cintai. Dan, Nabi Ibrahim telah memberikan tauladan kepada kita bahwa perintah Tuhan adalah segala-galanya.

Baca juga artikel lainya : Penjelasan rukun iman lengkap

Namun ternyata masih banyak di luarsana masyrakat yang belum mengerti akan syarat atau ketentuan yang harus di lakukan dalam melakukan ibadah kurban tersebut, Berikut akan saya bahas tentang syarat ketentuan ibadah kurban yang benar.

Berikut adalah ketentuan-ketentuan syariat yang harus dipenuhi oleh para pequrban:

1. Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi, kambing, dan domba. jadi bisa simpulkan selain hewan yang tercantum maka tidak di benarkan (tidak sah) bila untuk di jadikan kurban.

2. Telah sampai usia yang dituntut syariat berupa jazaah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
1. Ats-tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun.
2. Ats-tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun.
3. Ats-tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun.
4. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan.

3. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu seperti apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Cacat yang dimaksud adalah :
1. Buta sebelah yang jelas/tampak.
2. Sakit yang jelas.
3. Pincang yang jelas.
4. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang. Dan, hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini sehingga tidak sah berkurban dengannya. Seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, atau pun lumpuh.

Gambar proses penyembelihan hewan kurban


4. Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya dibagi.

5. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah.

6. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.


Berikut Hewan Kurban yang Utama dan yang Dimakruhkan

Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya:
a. Gemuk.
b. Dagingnya banyak.
c. Bentuk fisiknya sempurna.
d. Bentuknya bagus.
e. Harganya mahal.


Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah:

a. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.
b. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti misalnya putting susunya terputus.
c. Gila.
d. Kehilangan gigi (ompong).
e. Tidak bertanduk dan tanduknya patah.

Gambar proses penyembelihan 



Bagi para pekurban yang ingin membeli hewan kurban yang sehat dan baik berikut ini adalah beberapa ketentuan yang perlu di perhatiakn agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih hewan kurban:

a. Ternak yang sehat dapat dicirikan dari bulunya yang tampak mengkilat dan bersih. Bulu tersebut tidak berdiri dan kusam. Matanya bersinar (jernih). Ternak yang sehat sangat mudah dilihat dari cara makan dan minumnya. Bila konsumsi makan dan minumnya baik (lahap), hewan tersebut sehat.

b. Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang. Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai. Mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak. Misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah.

c. Umurnya telah sesuai dengan disyariatkan. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui umur ternak antara lain adalah melihat catatan kelahiran ternak tersebut, yaitu dengan bertanya kepada pemiliknya, atau dapat dilihat dari gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), itu menandakan ternak tersebut (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi sekitar 22 bulan.

Demikian lah artikel tentang Syarat dan ketentuan hewan kurban yang benar, Semoga dapat memberi informasi yang berguna bagi pembaca orangbejo.com, Terima kasih :)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syarat dan Ketentuan Hewan Kurban yang Benar"

Post a Comment